5 Tips Membeli Smartphone Bekas
Smartphone bekas merupakan smartphone yang sudah di pakai oleh orang lain. Pembeli smartphone bekas adalah pihak kedua dari smartphone tersebut.
Smartphone bekas ini banyak dijumpai di toko smartphone dan di media sosial seperti Facebook.
Harganya cukup bervariasi mulai dijual seharga ratusan hingga harga jutaan rupiah tergantung tipe dan spesifikasi smartphone.
Salah satu keuntungan yang didapat ketika membeli smartphone bekas yaitu harga yang lebih murah bahkan jauh lebih murah jika dibanding dengan harga baru.
Namun, tak semua smartphone bekas yang dijual di pasaran mempunyai kualitas yang layak di pakai. Hal itu dikarenakan kita sebagai pembeli smartphone bekas tidak bisa mengetahui cara pemakaian sipenjual tersebut.
Untuk mengetahui smartphone bekas yang masih layak pakai, salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan pengecekan pada smartphone.
Nah, dibawah ini akan membagikan 5 tips bagi kamu yang ingin membeli smartphone bekas.
Penasaran seperti apa tipsnya ? Mari simak ulasannya.
1. Melakukan pengecekan Kondisi fisik smartphone
Jika kamu ingin membeli smartphone bekas, perikasalah kondisi fisik pada smartphone tersebut.
Jika kondisi fisik smartphone terdapat banyak lecet atau goresan maka pikirkanlah terlebih dahulu untuk membelinya.
Bisa jadi lecet tersebut karena sering jatuh oleh penggunanya.
Smartphone yang sering jatuh akan bisa menyebabkan performa smartphone menjadi buruk bahkan akan cepat rusak.
Hal itu dikarenakan hempasan ketika jatuh akan membuat hardware didalam perangkat smarpthone akan bergeser dan lain sebagainya.
Untuk itu, pastikan terlebih dahulu penyebab lecet pada smartphone tersebut dengan cara bertanya lansung kepada penjual. Jika penjelasannya membuat kamu ragu, maka pikirkan lagi untuk membelinya.
2. Cek juga battery smartphone bekas yang ingin dibeli
Kamu juga bisa melakukan pengecekan pada battery agar smartphone yang kamu beli akan aman ketika sampai ditangan kamu.
Jika battery smartphone tersebut bisa dilepas, maka lepaskanlah battery dan lihatlah kondisi battery secara lansung.
Jika tidak bisa dilepas, maka periksalah kondisi battery dengan cara mencharger dan mematikan smartphone.
Battery yang sudah mengalami kerusakan akan cepat terisi dan cepat habis. Terlebih jika charger yang digunakan bukan charger fast charging.
Selanjutnya kamu bisa mencoba mematikan smartphone untuk melihat kondisi battery.
Jika battery penuh atau setengah sebelum mematikan smartphone dan battery habis atau battery bertambah saat dihidupkan, maka sudah dipastikan kalau battery tersebut sudah mengalami kerusakan.
Namun, jika kondisi battery dalam keadaan bagus tidak ada perubahan pada battery saat mematikan dan menghidupkan kembali smartphone. Sekalipun berubah hanya berkurang 1 atau 2 persen saja.
3. Tak lupa cek software
Mungkin banyak yang tidak tau apa itu software. Oke akan dijelaskan sedikit. Software ini adalah perangkat lunak yang terdapat pada smartphone.
Contoh software yang bisa kamu cek seperti fungsi semua pengaturan pada smartphone bekas yang ingin kamu beli.
Nah, kamu bisa melakukan pengecekan pada pengaturan untuk memastikan apakah semua pengaturan yang terdapat pada smartphone bekas berfungsi dengan baik.
Seperti mengecek pengaturan jaringan, mengecek wifi, bluetoth dan lain sebagainya.
Perikasalah pada bagian tersebut (contoh jaringan), jika jaringan dalam kondisi bagus maka smartphone akan megeluarkan jaringan dan untuk jaringan seluler kamu bisa mencoba untuk menghidupkan jaringan seluler untuk memastikan apakah jaringan seluler berfunsi dengan baik.
Namun, untuk memeriksa jaringan ini kamu harus memasukkan kartu pada smartphone tersebut.
4. Sekalian lakukan pengecekan pada hardware
Hardware merupakan lawan dari software. Jika software adalah perangkat lunak, maka hardware adalah perangkat keras. Perangkat keras ini seperti speaker, RAM dan lain sebagainya.
Melakukan cek pada hardware ini memang agak susah dilakukan, apalagi jika kamu bukan seorang yang ahli dengan smarpthone.
Akan tetapi, kamu bisa melakukan cek dengan meminta bantuan pada orang yang mengerti dengan smartphone.
Kamu bisa membawanya ke toko-toko smartphone karena orang yang di toko tersebut pasti mengerti dengan smartphone.
5. Bisa dicoba cek tahun pembuatan
Smartphone yang sudah lama hadir tentu akan mengalami penurunan kinerja. Terlebih jika smartphone tersebut sudah di pakai atau smartphone bekas.
Nah, untuk itu periksalah terlebih dahulu tahun peluncuran tersebut. Kamu bisa memeriksanya melalui internet dan lain sebagainya.
Untuk itu belilah smartphone yang belum lama dihadirkan, maksimal 3 tahun setelah smartphone tersebut diluncurkan.
Jika harus terpaksa membeli smartphone yang sudah lama dihadirkan, maka lakukanlah pengecekan dengan teliti pada smartphone bekas tersebut.
Kamu bisa mengikuti langkah-langkah pengecekan pada poin yang terdapat pada poin 1 sampai 4.
Nah, itulah 5 tip membeli smartphone bekas.
Terima kasih, semoga bermanfaat. .

Posting Komentar untuk "5 Tips Membeli Smartphone Bekas"